Jumat, 13 Juni 2014

Microsoft Ingin Baterai Ponsel Tahan Seminggu

KOMPAS.com — Vendor-vendor smartphone memiliki pekerjaan rumah yang besar, yaitu membuat baterai yang mampu bertahan satu atau dua hari. Microsoft tampaknya tertantang dan mengatakan akan membuat smartphone dengan daya tahan baterai hingga seminggu.

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi prosesor, layar dan komponensmartphone lainnya, perkembangan teknologi baterai selama ini berjalan lambat.

Dikutip dari BGR, teknologi smartphone akan berkembang lebih jauh dibanding saat ini jika permasalahan baterai tersebut sudah bisa diatasi dari dulu.

Namun, menurut riset yang dilakukan Microsoft, baterai tak bisa begitu saja dijadikan sebagai kambing hitam. Microsoft lebih menekankan agar vendor smartphone membuathardware dan software yang bisa menghemat daya baterai.

"Anda tak bisa menunggu hingga ada teknologi yang baru untuk baterai," ujar peneliti di Microsoft, Ranveer Chandra, dalam ajang Digital Summit yang diselenggarakan di San Francisco, Senin (9/6/2010).

"Kita tidak bisa maju karena sistem yang dipakai saat ini tidak bisa menggunakan daya baterai secara pintar," imbuh Chandra.

Menurut dia, kemampuan hardware telah meningkat sangat cepat dalam beberapa tahun belakangan ini, sementara kapasitas baterai dalam menyimpan energi secara efisien hanya bertambah dua kali lipat selama 15 tahun terakhir.

Tim peneliti di Microsoft saat ini sedang melakukan optimalisasi hardware dan software agar baterai smartphone bisa bertahan lebih lama lagi, bahkan hingga satu minggu. Salah satu metode yang digunakan adalah membuat sistem baru dengan dua baterai kecil.

Selain smartphone, perangkat-perangkat lain diharapkan juga bisa mendapatkan manfaat dari penelitian ini, termasuk wearable device atau perangkat yang bisa dipakai di tubuh manusia.

Sabtu, 17 Mei 2014

Ledakan Bom di Kenya Tewaskan 10 Orang, 70 Luka-luka

 Nairobi - Korban tewas akibat dua serangan bom di pasar yang ramai di Nairobi, Kenya bertambah menjadi 10 orang. Sedangkan 70 orang lainnya dilaporkan tewas akibat ledakan kembar ini.

Menurut National Disaster Operation Centre (NDOC), seperti dilansir AFP, Sabtu (17/5/2014), ledakan pertama terjadi di dekat sebuah minibus yang ada di kompleks pasar Gikomba. Sedangkan ledakan kedua terjadi di dalam sebuah toko di pasar tersebut.

Juru bicara pada Kenyatta National Hospital, yang merupakan rumah sakit utama di Nairobi menuturkan, ada 8 jasad yang dibawa ke rumah sakit tersebut. Lebih dari 70 orang yang mengalami luka-luka tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut, di mana sebagian besar dalam kondisi serius.

Belakangan, NDOC menyatakan korban tewas akibat dua ledakan tersebut bertambah menjadi 10 orang. Secara terpisah, Kepolisian Nairobi, Benson Kibue memastikan bahwa ada dua bom yang meledak. Pasca ledakan, area pasar Gikomba terlihat kacau dan dipenuhi puing-puing sisa ledakan.

"Dua IEDs (bom-red) diledakkan secara bersamaan," tutur Kibue kepada wartawan.

"Jangan panik. Kami menguasai situasi," imbuhnya sembari menyatakan ada dua pelaku yang telah diamankan pihaknya.

Insiden ini terjadi seiring dilakukannya evakuasi ratusan wisatawan asal Inggris dari daerah wisata Mombasa, Kenya. Evakuasi dilakukan setelah muncul peringatan serangan teror dari Kementerian Luar Negeri Inggris.

Meski belum ada kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab, namun kecurigaan mengarah kepada kelompok militan al-Shabab dari negara tetangga Somalia yang sering mendalangi serangan teror serupa.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 17.00 WIB

SUMBER : http://news.detik.com/read/2014/05/17/174443/2584806/1148/ledakan-bom-di-kenya-tewaskan-10-orang-70-luka-luka